Berita

Bisnis Lain Aparat PosTNI Penugasan di Perbatasan

Web-Aparat TNI Satgas Yonif 122/TS baru bertugas akhir tahun 2011 di kab Keerom dan kini dinilai mulai berbisnis. Seperti Satgas Yonif 122/TS di pos Yuruf yang senantiasa membeli hasil kebun masyarakat seperti kayu masohi,sarang semut, buah merah atau biji cacao kering.
“Biasanya di kasih uang tapi lebih sering lagi ditukar dengan mie instan, beras atau makanan TNI dengan kurang pantas,”Ujar seorang warga Web di pastori Santa Maria Bunda Allah Yuruf.(06/04/2012).
Dulunya beberapa pembeli langsung datang ke kampung dan membeli pada masyarakat entah mengapa kini hanya tinggal satu dua orang sedangkan selebihnya masyarakat menjual langsung ke Pos TNI. Mau tidak mau masyarakat yang tidak memiliki kendaraan atau uang cukup untuk berjualan ke kota Arso menjual ke pos TNI.
Bisnis aparat TNI yang bertugas di wilayah perbatasan bukanlah hal yang baru bagi masyarakat sekitar Kab Keerom seperti ikut terlibat bisnis kayu dan pungutan kepada truk-truk yang lewat membawa kayu.”Awalnya saya kaget juga,pas jaga di pos terus truk lewat,stop dan kami di kasih duit,katanya tips lewat,” demikian pengakuan salah seorang anggota pos TNI di Towe akhir tahun lalu,yang sebelumnya ditempatkan di pos sekitar jalan raya Arso.
Kemudian ada juga aparat TNI membuka kios untuk menjual bama(gula,kopi,minyak goreng,bensin dll) seperti terjadi di pos TNI yang lalu di distrik Towe.”Untuk menambah uang rokok,”Ujar anggota pos TNI Towe kala itu.Menurutnya anggota pos penugasan hanya menerima Uang Lauk Pauk(ULP) sedangkan gaji mereka diterima keluarga atau langsung ditabung di kesatuan masing-masing. Sehingga ULP yang ada tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan bama belum lagi bila mereka merokok, perlu beli sesuatu di luar bama atau jalan ke kota sebentar,apalagi bila sakit sebab biaya berobatpun ditanggung sendiri.Bama yang ada di kios pos TNI,kadang  dibarter dengan hasil kebun masyarakat.
Kini di Pos TNI Satgas Yonif 122/TS Kali Pay distrik Waris kab Keerom,anggota pos mendirikan pondok kecil di bukit Kali Pay untuk berjualan kopi dan teh.Jarak antara pos TNI dan pondok di bukit sekitar 2 kilometer sehingga biasanya anggota pos membawa termos air panas dan jualan lainnya dengan  sepeda motor.Pondok sengaja dibangun karena di tempat tersebut ada signal telkomsel dan biasanya para supir truk pengangkut kayu dan mobil lainnya termasuk masyarakat setempat berhenti atau nongkrong di tempat itu.Di depan pondok ada tulisan dari cat warna merah dan putih yang mencolok “Area Full Signal”. “
Supir-supir truk akan singgah untuk minum kopi sekalian untuk telepon,banyak yang kesitu,”Ujar seorang anak muda warga Waris.”Kelihatannya anggota Pos tidak ada aktifitas jadi,”tambahnya. Selain supir truk tentu saja tempat tersebut tidak sepi dari aparat pos TNI yang bergantian menelpon.
Pondok untuk ngopi dibangun juga di dekat pos TNI Satgas Yonif 122/TS Kilometer 76,distrik Waris,diantara basecamp pekerja jalan,begitu pengakuan seorang warga,karena pekerja jalan di basecamp tersebut sangat ramai dan juga supir-supir truk khususnya truk pengangkut kayu.(Tim/AlDP).