Baru Sebagian Napi Kabur Ditangkap

Baru Sebagian Napi Kabur Ditangkap

Sorong – Kasus menggemparkan terjadi di Kota Sorong, Papua Barat. Puluhan napi kabur pada Juni lalu. Hanya sebagian yang sudah tertangkap.

“Yang lain masih dalam pengejaran, mereka rata-rata ditangkap kembali di rumahnya,” kata Jevius J. Siathen, Pelaksana Tugas Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Kota Sorong, pekan lalu.

Ia mengatakan, kasus napi lari di Sorong, bukan pertama kali. “Karena pendekatannya salah, pendekatan yang terlalu keras akan membuat napi tidak betah,” ujarnya.

Mantan Kalapas Narkotika di Doyo, Kabupaten Jayapura itu mengungkapkan, semasa menjabat di Jayapura, tak satupun napi lari meski tembok belakang Lapas rusak berat. “Mereka main saja di belakang, saya bilang, mau apa lari, tidak ada untungnya. Jadi mereka pikir-pikir, padahal dibelakang itu kalau mau lari, gampang saja,” katanya.

Insiden lolosnya 26 narapidana dari Lapas Sorong terjadi pada 14 Juni 2012. Tahanan dan napi kabur dengan cara memanjat tembok belakang lapas. Lima hari sebelumnya, 9 Juni 2012, 9 orang juga menghilang dengan cara yang sama.

Para napi yang masih dikejar diantaranya Aldan Rendi, masa tahanan berakhir 10 Januari 2012, Makoser Womsiwor, berakhir pada 22 November 2012, Nelson Hohame, 19 Februari 2013, Michael Tahoba, 15 Desember 2013, Kalvin Neka, 21 Januari 2013, Yohanes Yekwan, 26 September 2016 dan Alex Wabdarun 13 Juli 2012.

Siathen menambahkan, napi melarikan diri biasanya karena tekanan dalam penjara sangat berlebihan. “Mereka bosan, di LP tidak ada kegiatan, ada daya tarik dari luar dan banyak lagi. Tugas LP adalah meminimalisir semua itu dan membuat napi berada di LP seperti rumah sendiri,” pungkasnya. (tim/Sorong)