Berita

Bapas Merauke Butuh Sarjana Hukum

Ilustrasi Penjara Anak

Merauke-Sampai dengan saat ini Balai Pemasyarakatan(Bapas) Merauke hanya memiliki satu orang sarjana hukum dan dipercayakan memegang jabatan Kasub Sie Bimbingan klien, “bidang ini langsung berhadapan dengan hukum, “ ujar kepala Bapas Merauke Lelmaya Yosoa S.sos saat ditemui diruang kerjanya oleh AlDP Online pekan lalu.

Yosoa mengakui dengan kondisi ini kinerja Bapas sangat memprihatinkan apalagi tugas Bapas begitu erat terkait dengan penanganan  anak.

“Untuk masalah anak, bukan saja mendampingi anak dalam proses hukum tapi yang terpenting melakukan upaya pencegahan terjadinya tindak pidana terhadap anak, “ katanya.

Pegawai Bapas Merauke berjumlah sepuluh orang, sebagian besar berlatarbelakang sarjana non hukum, tamatan sekolah menegah umum dan sekolah menegah kejuruan.

“Jujur saja dengan jumlah dan kondisi yang ada sekarang, sangat kurang mengingat luasnya wilayah kerja dan bertambahnya pekerjaan sesuai perkembangan situasi daerah,” jelasnya.

Mengingat  bidang kerja Bapas terkait hak dan kewajiban hukum maka sudah pasti dibutuhkan staf yang  berlatar belakang sarjana  hukum sehingga memahami hukum dengan baik dan dapat menerapkannya dalam kinerja sehari-hari.

Untuk itu kedepannya Yosoa meminta perhatian agar pihak kanwil hukum dan HAM dapat memprioritaskan merekrut sarjana hukum sehingga kinerja Bapas dapat berjalan maksimal.

Menurutnya untuk melakukan upaya pencegahan tindak pidana anak, maka Bapas harus melakukan sosialisasi terkait UU anak dan UU pengadilan anak dengan melibatkan pihak-pihak tertentu yang juga melakukan pelayanan terhadap anak.

Katanya lagi, “Kami pun sangat membutuhkan dukungan dan peranserta dari pemerintah Merauke”.(Tim/AlDP).