Berita

Banyak SD di Distrik Yapsel Belum Terakreditasi

Ilustrasi-Anak-Sekolah

Yapen-Sekolah Dasar (SD) yang ada di Distrik Yapen Selatan berjumlah 25 unit terdiri dari 12 sekolah negeri dan 13 sekolah swasta sedangkan rumah kepala sekolah yang tersedia baru 9 unit sehingga masih kurang 16 unit.

Sementara itu dengan guru sebanyak 288 orang, rumah guru yang tersedia baru sebanyak 65 unit sehingga masih kurang 223 unit. Ruangan kelas tersedia 172 ruang dimana 60,4% berada dalam kondisi baik (104 ruang), 25,6% dalam kondisi rusak ringan (44 ruang) dan 14% rusak berat (24 ruang). Data tersebut disampaikan oleh Koordinator Pokja Pendidikan Foker LSM Papua di Yapen,Parlin Saragi S.Pi ketika memberikan keterangan pekan lalu,dikediamannya

Katanya,dari 25 sekolah tersebut, 9 sekolah(36%) belum terakreditasi. Jumlah ini hampir sama jika dibandingkan dengan seluruh SD di Yapen yang berjumlah 122 sekolah ada 44,75% yang belum terakreditasi.

Menurutnya dengan sekolah yang belum terakreditasi maka ini akan berdampak pada kualitas sekolah yang tentu juga pada lulusan siswa nantinya. “Di Serui ibukota Yapen saja begitu apalagi dibandingkan distrik yang lainnya, pasti akan lebih memprihatinkan,” tambahnya.

Adapun mengenai kurangnya tenaga guru di sekitar Kab Kep Yapen, Drs.Ones Runtuboi,M.Si, ketua PGRI Kepulauan Yapen, mengatakan ada penumpukan tenaga guru di Yapen Selatan. Padahal di kampung-kampung mengalami kekurangan, bahkan di beberapa SD ada guru PAK (guru Agama Kristen) yang harus mengajar Penjas, Matematika dan pelajaran lainnya. “Kekurangan guru ini juga dibarengi dengan kekurangan ruang kelas dan sarana penunjang lainnya,” tambahnya (04/AlDP)