Banyak Anak Usia Sekolah Terlantar

Pendidikan wamena

Wamena-Banyaknya anak-anak usia sekolah yang berkeliaran di sepanjang kota dan beberapa kampung di Wamena, menyita perhatian Pastor Jhon Jonga,Pr yang baru beberapa hari dipindahtugaskan(kembali) ke Wamena tepatnya di kampung Hebupa distrik Assolokobal.

Beberapa orang ibu yang hadir pada pertemuan yang diselenggarakan oleh pastor Jhon mengatakan kondisi ini disebabkan karena “suami kawin banyak (lebih dari satu)  jadi anak-anak  terlantar, ” Ujar Emmilia Wetipo warga Hepuba.(09/08/2012).

Lanjutnya, “Ada pergeseran adat, dulu masyarakat menyelesaikan masalah dengan bayar babi tapi kini dengan uang , apa-apa semuanya dengan uang, maka orang juga sibuk cari uang untuk menyelesaikan perkaranya atau membantu keluarga dan tetangganya akibatnya uang terserap bukan untuk membiayai sekolah anak”.

Menurut Emillia di Wamena dan sekitarnya ada begitu banyak anak-anak usia sekolah yang hampir tidak bersekolah. Mereka ada di sepanjang pertokoan dan di pasar-pasar tradisional.

Selain karena mereka terbiasa ikut orang tua ketika orang tua berpergian tapi ada juga yang tidak dipedulikan oleh orang tua mereka.

“Mau pulang atau tidak, tidak ada yang cari. Saya harap ada petugas dari gereja atau kampung masing-masing yang pergi untuk ambil mereka dan bantu mereka sekolah, sediakan fasilitas lainnya, ada lembaga luar yang juga mau bantu,” demikian harapannya.

Seorang guru turut menambahkan, “Pendidikan tidak aktif karena hak guru seperti rumah, kenaikan pangkat dan fasilitas lainnya tidak diperhatikan dan tidak diurus oleh pemda, kami guru urus sendiri ke kota,jadi sekolah tidak bisa jalan baik, perhatian ke murid juga berkurang”.

Dia pun menyesalkan tindakan bupati yang mengangkat beberapa orang guru menjadi kepala distrik, “Tidak sesuai bidangnya dan murid terlantar”. Harapannya pihak Dinas P dan P dapat mempermudah pengurusan administrasi untuk para guru,khususnya di daerah terpencil.(Tim/AlDP).