Bantuan Perikanan Belum Menyelesaikan Masalah
Jembatan Kali Kum di Distrik Muting, Merauke

Bantuan Perikanan Belum Menyelesaikan Masalah

Jayapura -“Baru-baru ini perikanan membantu kelompok nelayan Rp.30 juta/kelompok. Ada 5 kelompok berdasarkan 5 marga yang ada di kampung Tarfia,” Ujarnya ondoafi kampung Tarfia.Yulius Ondi.

Meskipun sehari-hari masyarakat tetap mencari ikan namun belum mampu mengelola system penampungan dan penjualan. Akibatnya lemari pendingin pelan-pelan dikuasai oleh orang-orang tertentu dalam kelompok dan serpeti menjadi hak milik. Demikian juga motor laut yang ada.

Bantuan pemerintah untuk kelompok nelayan bukanlah hal yang pertama bahkan pernah dibentuk koperasi nelayan, beberapa nelayan diberikan pelatihan serta ‘studibanding’ ke provinsi lainnya.  Namun manejemen mereka tidak berjalan baik.

“Kurang pendampingan, petugas tidak ada bersama masyarakat, listrik kampung juga tidak menyala baik,jadi tidak bisa simpan ikan” Lanjutnya saat ditemui AlDP Online di rumah, Tarfia distrik Demta Kabupaten Jayapura.(01/07/2012).

Kini masyarakt kembali mencari ikan dengan cara yang biasa mereka lakukan, mencari ikan,menjual ke Demta atau menjual ke pengumpul ikan yang datang ke Tarfia.

Meskipun ikan yang didapat sangat banyak dan bervariasi termasuk ikan merah dan udang namun masyarakt belum memiliki kebiasaan untuk mengelola hasil tangkapannya. Hanya sebagian kecil yang mampu menjual sampai ke kota Jayapura dan biasanya mereka sudah memiliki jaringan tersendiri.

Akibatnya pengumpul ikan di Tarfia maupun yang ada di Demta kota tetap menjadi pihak yang diuntungkan. Harga ikan dengan mudah mereka permainkan.

“Kalau nelayan tidak dibekali dengan transportasi untuk menjual ikan sampai ke kota Jayapura, tetap rugi karena pengumpul ikan mempermainkan harga ikan di pasar Demta dan di Tarfia. Ikan banyak tapi masyarakat tidak untung,” Ujar Yulius Ondi.(Tim/AlDP).