Bantuan Buat Sekolah Digunakan Sesuai kebutuhan

Bantuan Buat Sekolah Digunakan Sesuai kebutuhan

Jayapura – Ibu Mery Yoku kepala SD YPK Tarfia dan guru-guru lainnya berusaha beras untuk menjaga kelangsungan proses belajar mengajar meskipun dalam kondisi yang serba kekurangan. “Tinggal bagaimana kita pintar-pintar mengatur,”: katanya saat ditemui AlDP Online di Tarvia.(30/06/2012).

Bu Mery menjelaskan bagaimana sekolah mengelola dana bantuan yang serba terbatas. Misalnya bantuan Dana BOS, sebagiannya dialihkan penggunaanya untuk membayar honor guru dan keperluan lainnya.

Termasuk bantuan dari kementrian P dan P di tahun 2011 sebesar Rp. 5.400.000. “Itu  bantuan buat siswa miskin”, katanya. Dari 109 siswa SD YPK, sekolah mengusulkan 30 anak untuk mendapatkan bantuan tersebut namun akhirnya hanya 15 anak yang diberikan.

“Kalau dibilang miskin semua anak di sini miskin, pekerjaan orang tua mereka sama, nelayan. Tapi kalau kita beri tahu hanya ada 15 anak yang mendapat bantuan maka bisa jadi masalah. Jadi kami sampaikan saja ada bantuan buat murid dan akan dikelola sekolah untuk kebutuhan murid. Caranya uang tersebut kami belikan seragam buat semua murid, baju kaos olahraga dan seragam guru,” jelasnya.

Pihak sekolah juga berencana akan membangun perpustakaan dengan dana BOS berikutnya, setidaknya dari gaba-gaba pun jadi yang penting ada tempat untuk membaca.

Ada juga informasi yang berkembang bahwa pemerintah sedang berusaha untuk mengambilalih SD YPK Tarfia untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh SD tersebut. Akan tetapi pihak yayasan dan masyarakat keberatan sebab SD YPK Tarfia memiliki sejarah yang panjang sejak didirikan tahun 1914.

“Orang tua kami sekolah di situ juga,” Ujar seorang warga. Harapannya pemerintah tetap menjaga sejarah SD tersebut sebagai SD YPK tertua di distrik Demta namun tetap memberikan dukungan sebagai bentuk tanggungjawab negara untuk mencerdaskan anak-anak di kampung Tarfia.(Tim/AlDP).