Bangunan di Lapas Sudah Tak Layak

Bangunan di Lapas Sudah Tak Layak

Wamena – Kepala Lapas Klas II B Wamena Daniel Rumsowek, S.Pd mengatakan bahwa ruangan untuk penghuni Lapas sebenarnya sudah tidak layak untuk digunakan.

“Sel narapidana itu bangunan tua yang sudah tidak layak,” katanya saat ditemui Tim ALDP di ruang kerjanya, kemarin.

Lebih jauh, Kalapas mencontohkan Blok narapidana merupakan bangunan tua. “Jika hujan terus menerus maka air dalam penampungan kotoran/WC akan meluap dan kembali masuk ke dalam sel,” ujarnya.

Meskipun dari luar atau tampak dari depan bangunan Lapas Klas II B Wamena terlihat megah dan bertingkat namun tidak demikian dengan bangunan sel.

“Pihak lapas sudah mengusulkan untuk rehab sel narapidana namun proyek itu akan dikerjakan setelah proyek pagar pembatas yang sementara ini  sedang dikerjakan,” jelasnya.

Sejak awal konstruksi bangunan LP sedikit dikeluhkan, pasalnya, ruang dapur dan tempat ibadah berada di bagian sudut yang cukup jauh, di luar pagar blok narapidana dan berada berbatasan langsung dengan tembok Lapas.

“Sehingga kalau ada tamping (narapidana yang diberi tugas) untuk bantu masak, tetap ada pengawalan karena bahaya kalau dia kabur.”

Idealnya dapur harus dalam blok utama dan tidak berbatasan langsung dengan tembok yang memisahkan LP dengan dunia luar. Sehingga memudahkan pengawasan terhadap narapidana yang membantu masak atau mengambil jatah makanan.

“Ruang terima kunjungan juga sudah tidak layak, terlalu sempit, akibatnya banyak yang menerima kunjungan di luar sambil berdiri di pinggir-pinggir dinding kantor atau duduk di halaman,” ucapnya.

Selain itu nampak beberapa bangunan yang sudah tidak terpakai berada di dalam halaman LP. Termasuk polik LP yang kini tidak terpakai meskipun ada petugas medis yang secara periodik datang melakukan pemeriksaan medis.

“Bangunan itu sudah tidak layak juga,” jelas Kalapas sambil menunjukkan kondisi Lapas dari ruang kerjanya kepada Tim AlDP. (Tim/AlDP)