Bangun Pandangan Hidup Yang Sama

Bangun Pandangan Hidup Yang Sama

Jayapura-“Buku baru terbitan AlDP, mengungkapkan apa yang mau dicapai dengan dialog, untuk apa dialog? Mengapa perlu dialog?. Yang dituju adalah realisasi satu visi ruang publik di tanah Papua ini yang damai dan sejahtera. Jadi dialog bukan sekedar hanya duduk omong-omong lalu bubar. Tetapi omong untuk menentukan jalan bagaimana mengatasi hambatan dan membangun keadaban public dalam ruang hidup bersama ini yang disebut tanah Papua”.

Demikian komentar pembuka dari Uskup Leo Laba Ladjar, OFM saat menjadi narasumber pada Launching Buku “Menuju Papua Tanah Damai : Perspektif Non Papua” yang diselenggarakan oleh AlDP di Resto Rempah-rempah, Abepura.(27/07/2013).

Maka pokok dialog bukan hanya masalah politik, lebih sempit lagi bukan hanya masalah penafsirans ejarah posisi Papua dalam lingkup NKRI. Kalau mau membangun ruang publik yang menjamin terciptanya Papua tanah damai, maka semua komponen kehidupan menantang untuk didialogkan. Karena itu tepatlah para fasilitator mengangkat lima bidang yang mau dijadikan pegangan bersama sebagai indicator, yaitu politik, Keamanan, Hukum dan Hak Asasi Manusia serta EKOSOB dan lingkungan hidup.

“Papua tanah damai adalah visi besar yang kita impikan. Sebagai visi hal itu jauh sekaligus dekat, karena harus mewujudnyatakan secara terus menerus dari hari kehari dalam hidup kita yang nyata. Kalau tidak maka ia bukan lagi satu pandangan hidup yang memberi makna pada kehidupan kita, tetapi menjadi impian dan hayalan kosong”.

Lanjutnya, “visi, seperti Papua tanah damai, merupakan pandangan hidup, horizon yang melingkupi ruang publik hidup kita bersama. Ruang publik itu terganggu oleh berbagai hal yang mengaburkan pandangan hidup itu. Gangguan yang dirasakan antara lain terletak dalam hubungan Papua dan Jakarta. Dibayangkan bahwa hal itu bisa diatasi dengan jalan dialog. Tentu dialogpun tidak serta merta menghasilkan Papua tanah damai. Tetapi dengan dialog kita membangun pandangan hidup yang sama yang menjadi arah hidup kita”.

“Konsultasi public adalah langkah-langkah yang nyata untuk membuka mata agar melihat dari jauh satu Papua yang damai. Jaringan Damai Papua diharapkan terus bergerak dalam langkah-langkah kecil yang nyata, tetapi dengan mata terus terarah ke visi itu agar tidak tersesat dalam libirin masalah dalam masyarakat yang morat-marit,” tegasnya.(Tim/AlDP).