Balai Desa Yuruf Tidak Dipakai

Yuruf-Sejak tahun 2009 telah dibangun satu kantor desa yang baru untuk desa Yuruf namun hingga kini belum dapat digunakan.Sepintas terlihat kantor sudah selesai dan lengkap namun ternyata masih banyak bagian dari kantor yang belum dilengkapi.
“Kami tidak akan pakai kantor desa ini,lihat saja dari dibangun tahun 2009 nanti sampai kantor ini rusak tidak akan dipakai,”Ujar kepala desa Yuruf Cornelius Watae(7/04/2012).
Cornelius mengatakan bahwa kantor desa dibangun sejak tahun 2009 namun hingga kini masih banyak peralatan yang belum dilengkapi seperti meja,kursi,lemari,listrik,WC bahkan beberapa jendela yang dipasang belum dilengkapi dengan pengait  sehingga jendela dapat dibuka dan ditutup dengan mudah.
“Ini masih lebih baik,waktu tahun 2011,saya datang mengamuk ke kantor BPMK(Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung) karena mereka belum pasang jendela dan pintu,kemudian dinas minta pemborong untuk pasang,tapi kenyataannya masih seperti ini,”tegasnya.
Sebelumnya Cornelius juga meminta agar Dinas melengkapi isi kantor desa termasuk WC dan instalasi listrik namun Dinas menyarankan agar kepala desa Yuruf melengkapi isi kantor desa dengan dana dari BK3. ”Ini mereka mau tipu kami,pembangunan kantor sejak tahun 2009 sebelum ada dana BK3,jadi kemana dana itu sebenarnya?”tanyanya marah.
Menurutnya seharusnya dinas BPMK datang ke Yuruf mengecek langsung apakah pemborong sudah menyelesaikan seluruhnya ataukah masih ada yang tersisa. Akibatnya hingga saat ini kepala desa menjalankan administrasi pemerintahan di rumahnya.Katanya”Saya kerja kadang di dapur atau di pinggir rumah”.Cornelius bekerja lebih banyak seorang diri sebab aparat kampung lainnya sulit untuk diajak bekerjasama,”Biar begitu,honor mereka tetap saya kasih dari dulu sampai sekarang,”Ujarnya santai.
Cornelius Watae menjalankan peran sebagai kepala desa sejak tahun 1985 dan pada tahun 1987 dia diangkat sebagai kepala desa.Dia menerima gaji mulai dari Rp.25.000/bulan hingga kini dia menerima gaji Rp.2.000/bulan yang dibayarkan melalui dana BK3 setiap triwulan. Cornelius juga menyampaikan kekecewaannya sebab meskipun dia sudah lama mengabdi namun dia belum juga diangkat sebagai pegawai negeri sipil.

“Saya mengabdi sejak situasi politik masih sangat rawan di sini,tapi pemerintah tidak memperhatikan peran kami,”Ujarnya lagi.Meski begitu Cornelius tetap mengabdi dan berharap desanya menjadi lebih baik.(Tim/AlDP)