Astrid SH : Kami Harap Kasus Salah Tangkap Diproses  Secara Transparan

Astrid SH : Kami Harap Kasus Salah Tangkap Diproses Secara Transparan

Jayapura – Proses hukum terhadap korban salah tangkap pada peristiwa Base G tanggal 27 Agustus 2015 yang dilakukan oleh anggota Polresta Jayapura terus dilakukan.

Setelah melakukan pemeriksaan tambahan terhadap ketiga korban yakni Yafet Awom (19 tahun), ELiezer Wilhelmus Awom (26 tahun) dan Soleman Yom (24 tahun), penyidik reskrim Polda Papua juga memeriksa saksi dari masyarakat yang membawa korban Eliezer dan Soleman dari Sosiri Sentani pada pagi hari usai mengalami penyiksaan.

“Hingga saat ini penyidik mengatakan baru berhasil menangkap 2 pelaku, sedangkan yang duanya masih belum diketahui,” Ujar  Andi Astriyaammiati Al SH atau Astrid SH ,anggota Tim PH dari kantor AlDP.(22/09/2015)

Astrid juga menyampaikan bahwa hingga saat ini penyidik belum berhasil menemukan mobil yang digunakan oleh anggota Polresta Jayapura saat menangkap dan melakukan penyiksaan.

”kita ingin agar polisi dapat segera menangkap 2 orang lainnya dan juga mobil sebagai barang bukti,” tegasnya.

”Ternasuk memeriksa orang yang diketahui telah turut menganiaya Yafet, saat Yafet dibawa ke rumah orang tersebut di sekitar Dok V”.

Astrid menjelaskan bahwa setelah dari Sosiri Sentani, pelaku membawa Yafet Awom ke salah satu rumah di Dok V. Di rumah tersebut, Yafet sempat dipukul  dan dipaksa mengaku sebagai pencuri motor.

Lanjutnya, ”kami berharap kasus salah tangkap diproses secara transparan untuk membuktikan polisi bekerja secara profesional”

Hingga saat ini polisi masih terus memeriksa beberapa orang saksi, termasuk keluarga para korban yang menyampaikan Laporan polisi usai korban ditangkap dan disiksa.(Tim/AlDP).