Asisten I Keerom : Pelarangan JUT, Intinya Pemda Bukan Melarang Pembangunan Tempat Ibadah

Keerom-Asisten 1 KabupIMG_8434aten Keerom, Cahyono Agung memimpin rapat Koordinasi dengan Forkopinda kabupaten Keerom dan masyarakat di Keerom untuk membahas kehadiran Jafar Umar Tahlib(JUT) dan kelompoknya yang tengah membangun pesantren di Arso XIV kabupaten Keerom.(27/09/2017).

Pembahasan terkait kehadiran JUT dan kelompoknya telah dilakukan berkali-kali. Berbagai kelompok masyarakat datang dan juga menyampaikan penolakan secara tertulis.

Diakuinya bahwa kehadiran JUT telah meresahkan warga. Surat penolakan berdatangan dari berbagai keompok masyarakat mulai dari ormas islam, FKUB, Forum Pembauran Kebangsaan serta masyarakat adat.

Dikatakan bahwa selain masalah adminisitrasi dan hukum tetapi juga kehadiran JUT dan kelompoknya dikaji secara sosilogis. Ada kekahwatiran terhadap gerakan radikal yang akan dilakukan oleh JUT. Masyarakat  mengingat juga peristiwa pondok natal tahun 2015 yang dilakukan oleh kelompok JUT di Koya Barat.

“Intinya bukan pelarangan tempat ibadah atau pembangunan masjid dan pesantren, harap dipahami dengan baik, jangan diplintir, tapi yang dikhawatirkan adalah kehadiran Jafar Umar Thalib dan kelompoknya. Dikhawatirkan akan menimbulkan konflik,”tegasnya.

Lanjutnya,“Kami sudah memberikan Surat Peringatan sebanyak 3 kali, dan diberikan batas waktu agar meninggalkan lokasi paling lambat minggu III september 2017”. Adapun terkait asset yang telah dimiliki oleh JUT, dikatakan bahwa pemerintah Kabupaten Keerom siap memberikan ganti rugi”.

Pada Surat Teguran pertama dan kedua tidak ada tanggapan dari JUT akan tetapi Surat Teguran ketiga dari pemda Keerom, dibalas oleh Jafar Umar Thalib dengan menolak teguran tersebut.

Hingga kini koordinasi terus dilakukan untuk menyikapi situasi di Keerom dan dirinya berharap tindakan hukum yang dilakukan tidak menimbulkan permasalahan yang lebih luas.(Tim/AlDP).