Arianto Kadir : Gagasan Papua Tanah Damai Karena Ada Konflik di Papua

Arianto Kadir : Gagasan Papua Tanah Damai Karena Ada Konflik di Papua

Jayapura-“Adanya gagasan tanah damai itu artinya di Papua ada konflik,” ujar Drs. Arianto Kadir Msi, sebagai pembicara pada Konferensi VI Antariman Indonesia di hotel Sentani Indah kabupaten Jayapura.(20/05/2014).

Pernyataan Arianto Kadir, seorang akademisi yang juga adalah sekretaris paguyuban Gorontalo dan sekretaris Pengurus Wilayah Muhamadiyah Provinsi Papua ini menyita perhatian para peserta Konferensi.

Arianto yang juga merupakan tokoh penting dari unsur paguyuban yang aktif dalam Jaringan Damai Papua(JDP) menyatakan bahwa pendekatan budaya sangat penting dilakukan di Papua dengan memperhatikan karakteristik wilayah yang berbeda-beda di Papua.

Selain itu sangat penting untuk membangun satu kekuatan baru diantara masyarakat sipil untuk menjembatani kelompok-kelompok aktor dan kelompok yang rentan.

“Harus ada poros tengah yang menjembatani dua kelompok ini. Di sini saya melihat peran JDP sangat penting untuk menjadi jembatan seperti yang diistilahkan alm Dr. Muridan,” tegasnya.

Dirinya juga berharap agar pemerintah dapat membuka diri, “Pemerintah selama ini terjebak pada pikirannya sendiri, ketakutannya sendiri untuk menyelesaikan masalah di Papua,” ujarnya.

“Dialog itu penting. Membangun Papua sebagai tanah damai melalui duduk bersama untuk menyelesaikan akar masalah di Papua”.

Ketika ditanya apa saja yang menjadi keprihatinan dari kelompok pendatang di Papua, Arianto mengatakan bahwa persoalan-persoalan yang ada di Papua dan dihadapi oleh orang Papua juga dihadapi oleh  paguyuban di tanah Papua.

Arianto mengakui bahwa akhir-akhir ini konsolidasi diantara paguyuban menguat untuk  membangun sentiment identitas kelompoknya.

‘Tugas tokoh-tokoh paguyuban untuk membangun internalisasi kesadaran di kelompoknya agar bersama-sama mendukung penyelesaian masalah di Papua melalui pendekatan dialog,” demikian harapannya.(Tim//AlDP).