Areki Wanimbo Dituduh Melakukan Makar dengan Permufakatan Jahat

IMG20150129104734Wamena – Areki Wanimbo Amd.Pd dikenakan Dakwaan Kesatu Primair Pasal 110 ayat (2) ke-1 dan 4 KUHPidana, Subsidair Pasal 110 ayat(2) ke-1 dan 4 KUHPidana jo Pasal 53 ayat (1) KUHPIdana ATAU KEDUA PRIMAIR pasal 106 KUHPidana, SUBSIDAIR Pasal 106 KUHPidana jo Pasal 53 Ayat (1) KUHPidana.

Areki yang sehari-hari berprofesi sebagai seorang guru, dituduh melakukan makar dengan permufakatan jahat dengan tujuan akan memisahkan wilayah NKRI.

Dalam Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) setebal 5 halaman, JPU yang terdiri dari Teguh Basuki,H.Y.SH.MH, Filemon Ketaren, SH dan Furkon Adi Hermawan, SH, menjelaskan bahwa Areki ditangkap setelah rumahnya didatangi oleh 2 jurnalis asal Perancis.

“Sekitar pukul 14.00 WIT datang anggota polisi ke rumah terdakwa dan melakukan pemeriksaan di rumah terdakwa dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan dokumen tertulis yang ditandatangani oleh terdakwa selaku Ketua suku Lanny Besar,” Ujar JPU Teguh Basuk H.Y.SH.MH.

Dalam dokumen dijelaskan hasil pertemuan MSG dan permintaan sumbangan untuk membiayai perjalanan dan kebutuhan tim kerja Dari Papua yang dilakukan oleh Dewan Adat Papua.

“Disamping dokumen itu ditemukan juga 1 buku catatan dimana dalam buku tersebut terdapat tulisan beli senjata (Enden Wanimbo) 6.400.000,” lanjutnya.

Sebelumnya pada September 2014, Areki telah mengajukan Praperadilan atas penangkapan,penahanan dan penggeledahan yang tidak sah. Dirinya merasa Perintah Penangkapan terhadapnya atas tuduhan memiliki senjata tidak terbukti, di rumahnya polisi tidak menemukan apapun. Namun polisi memaksa untuk melanjutkan kasusnya.

Sidang Areki akan dilanjutkan pada tanggal 11 Pebruari 2015 dengan agenda pemeriksaan sebanyak 7 orang yang terdapat di dalam BAP, baik itu dari masyarakat maupun dari aparat kepolisian. Areki didampingi oleh Penasehat hukum dari LBH Papua dan AlDP.(Tim/AlDP)