Areki : itu Bukan Buku Saya

Areki : itu Bukan Buku Saya

Wamena – Saat pemeriksaan terdakwa Areki Wanimbo di Pengadilan Negeri Wamena, Areki Wanimbo ditanya terkait buku catatan yang ditemukan polisi saat menggeledah rumahnya dan Surat permintaan sumbangan yang diedarkan oleh Dewan Adat suku Lanny Jaya.

“Buku didapat dari kamar anak-anak. Kamar itu ditempati oleh anak-anak dari kampung,ada 3 orang yang tetap sedangkan yang lainnya datang pergi, ” Ujar Areki Wanimbo.(31/03/2015).

Areki mengatakan  bahwa saat polisi menggeledah kamar tersebut, tidak ada anggota keluarganya yang ikut, Setelah keluar dari kamar, seorang anggota polisi mengatakan mendapatkan buku dan menunjukan salah satu catatan dalam buku itu yang menyebutkan beli senjata Enden Wanimbo.

“Saya bilang ke pak Polisi itu bukan buku saya, saya tidak tahu. Saya bilang ke anak-anak di rumah, siapa yang punya buku ini, mengaku,” jelas Areki di hadapan majelis hakim yang terdiri dari Benyamin Nuboba, SH, Ottow P Siagian, SH dan Behinds Tulak, SH.MH.

Sedangkan terkait surat permintaan sumbangan yang diedarkan atas nama Dewan Adat Suku Lanny Jaya, Areki Wanimbo mengatakan dirinya diminta menandatangani sebagai ketua Dewan Adat Lanny Jaya.

“Pak Piter Wanimbo bilang waktunya sudah mepet, tanda tangan saja dulu, ada pentunjuk dan nanti baru saya jelaskan,” jelas Wanimbo.

Dirinya mengatakan sebetulnya tidak pernah diangkat atau dikukuhkan sebagai ketua Dewan adat namun karena sangat percaya dengan Piter Wanimbo dan juga Piter Wanimbo sebagai atasannya di PSW sehingga bersedia tandatangan.

Surat itu berisi sumbangan untuk tim kerja terkait dengan kampanye Papua di MSG.

Wanimbo mengatakan Piter Wanimbo belum pernah memberikan penjelasan ataupun bertemu dengannya lagi, hingga dirinya ditangkap di rumahnya tanggal 6 Agustus 2014. Dirinya tidak terlibat di dalm tim kerja yang disebutkan dalan Surat permintaan sumbangan  dan tidak tahu menahu mengenai kelanjutan dari surat tersebut.(Tim/AlDP).