Areki Diperiksa Lagi Terkait Barang Bukti Berupa Buku Catatan

Areki Diperiksa Lagi Terkait Barang Bukti Berupa Buku Catatan

Jayapura-Setelah permohonan praperadilan Areki Wanimbo ditolak oleh Pengadilan Negeri Wamena, maka Areki Wanimbo melanjutkan menjalani pemeriksaan di Polda Papua.

Areki seorang guru SD dan juga kepala suku di Lani Jaya menjawab sekitar 25 pertanyaan yang diajukan oleh penyidik Polda Papua.

“Menurut pihak penyidik ini merupakan pemeriksaan tambahan,”jelas Anum Siregar salah satu penasehat hukum Areki Wanimbo dari AlDP yang turut mendampingi pemeriksaan.(30/09/2014).

Anum yang sebelumnya mengalami pencurian dan penganiayaan saat melakukan praperadilan di Wamena atas nama Areki, menjelaskan bahwa pemeriksaan kliennya terkait buku yang didapat di rumah Areki pada saat Areki ditangkap.

“Ada buku catatan, asalnya buku itu buku agenda, sudah tidak rapi bentuknya, ada beberapa tulisan yang kemudian ditanyakan oleh pihak penyidik.” Ujar Anum.

Menurut Anum, kliennya baru mengetahui ada buku dan tulisan di dalam buku itu setelah diperlihatkan oleh polisi saat dirinya ditangkap sedangkan siapa pemilik buku, Areki mengatakan tidak tahu.

Selain itu pertanyaan penyidik terkait dengan surat Dewan Adat Daerah Wilayah Baliem Lapago Dewan Adat Daerah Suku Lany yang bernomor: 06/KDR-DADL/WLP/2014 perihal permintaan sumbangan.

“Areki ditanya soal surat permintaan sumbangan, dia kepala suku yang diminta tanda tangan atas nama ketua Dewan Adat Lani Jaya. Menurut pengakuannya, dia tidak tahu kemana saja surat itu didistribusikan ataupun uangnya didapat atau tidak”.

Areki Wanimbo yang awalnya dituduh terkait kepemilikan senjata tajam saat ditangkap, kini dikenakan pasal makar, dirinya diduga makar terkait peristiwa di Lani Jaya. Areki ditangkap tanggal 6 agustus 2014 bersamanya 2 jurnalis asing asal Perancis.

“Perkara mereka dalam waktu dekat akan dilimpahkan, kalau dianggap sudah cukup oleh penyidik,” jelas Anum sambil mendampingi Areki Wanimbo hingga menjelang malam di markas Polda Papua.(Tim/AlDP)