Apot Lokobal : Saya ‘Menyesal’ Karena Grasi Hanya Diberikan Kepada Kami

Apot Lokobal : Saya ‘Menyesal’ Karena Grasi Hanya Diberikan Kepada Kami

Jayapura-“Saya perlu mengklarifikasi pernyataan saya yang sudah beredar di media,” jelas Apot Enos Lokobal, salah satu narapidana politik(Napol) peristiwa Pembobolan Gudang Senjata Kodim Wamena tahun 2003 yang telah mendapatkan grasi dari presiden RI Joko Widodo di Jayapura 09 Mei 2015.

“Saya tahu kalau penjelasan saya itu menjadi ramai di media setelah diberitakan oleh media yang wawancara saya di AlDP, padahal waktu itu penjelasan saya belum selesai, saya ke dalam(AlDP) untuk urusan sebentar, terus tidak dilanjutkan wawancaranya,” jelasnya lagi.(23/05/2015).

Menurut Apot, dirinya menyatakan menyesal itu bukan karena grasi yang diterimanya akan tetapi menyesalkan pemberian grasi yang hanya diberikan kepada dirinya dan keempat temannya untuk peristiwa yang sama.

“Padahal ada 90 lebih Tapol dan Napol di Indonesia,jadi kami berharap kalau bapak presiden memberikan pembebasan buat mereka juga,” katanya sambil menikmati rokok di AlDP.

Dirinya menyatakan berterima kasih diberikan grasi karena dapat kembali di tengah-tengah keluarga dan masyarakat.

“Memang ada yang banyak bicara macam-macam, jadi kalau kami tidak hati-hati mereka bisa bikin kami jadi repot,” katanya.

Apot mengatakan setelah tiba di Wamena, dirinya akan menetap sementara di rumah keluarga di Wamena dan akan balik ke kampung halamannya di Pugima.

Apot dan keempat Napol lainnya diberikan Grasi tanpa syarat oleh presiden RI Joko Widodo di Lapas Abepura Jayapura.(Tim/AlDP).