Apolos Mora Kembali Pimpin DAD Yapen

Apolos Mora Kembali Pimpin DAD Yapen

Yapen-Setelah berlangsung dua hari pada pertengahan april,Konferensi Dewan Adat Daerah(DAD) Yapen  kembali mempercayakan Apolos Mora untuk memimpin DAD  Yapen. Apolos mengalahkan saingan terdekatnya Ones Wayoi.Pemilihan disepakati peserta dengan mekanisme 2 kali dimana yang pertama untuk memilih ketua umum dan ke dua untuk memilih ketua I, II, III serta perangkatnya berupa sekretaris dan bendahara.

Adapun tujuan dilakukan Konferensi II menurut ketua Panitia Benny Kamarea,”untuk merumuskan pandangan bersama tentang Masyarakat Adat Yapen berdasarkan kearifan lokal, mengidentifikasi dan menginventarisir berbagai masalah yang dihadapi Masyarakat Adat,membahas posisi Masyarakat Adat dan memilih pengurus baru periode 2012-2017”.(20/04/2012)

Thema Konfrensi II Masyarakat Adat Kepulauan Yapen adalah “Menata Adat Membangun Masa Depan” dan sub thema “Mewujudkan organisasi Masyarakat Adat yang solid berbasis kinerja dalam membangun Kepulauan Yapen”.Pesertanya berasal dari suku-suku yang ada di Yapen antara lain Suku Yawa Onat, Berbai, Busami, Arui, Ampari, Wondei Wondau Wonawa dan suku Poom. Selain itu diikuti juga oleh ISPP, Yadupa, KAPP Petapa serta undangan lainnya seperti dari TNI, Polri.

Dalam sambutannya,Carateker Bupati berharap bahwa melalui Konfrensi Masyarakat Adat Yapen bisa mencari solusi atas kerumitan soal penataan tanah di Yapen. tanah adalah asset dan diatasnya akan berdiri berbagai property sebagai konsekuensi dari pembangunan yang dilakukan. “Ini terjadi di seluruh Papua dimana setelah ada pembangunan maka yang terjadi adalah klaim dari pemilik maupun yang mengaku sebagai pemilik dan ini masalah rumit dan perlu dicari jalan keluarnya,”Ujarnya.

Rekomendasi yang dihasilkan antara lain,penataan ulang terhadap suku-suku yang ada di Yapen termasuk membentuk tim kerja yang akan mendampingi Pemda untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat adat terkait tanah adat. Selain itu  untuk mengadvokasi dana-dana pembangunan di Yapen khususnya yang bersumber dari dana Otsus.

Terkait soal lingkungan,pemerintah diharapkan mengeluarkan Peraturan Daerah tentang perlindungan satwa langka khususnya burung cenderawasih serta pelarangan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan berbahaya.