Apolos : Kami Mencoba Meminimalisir Konflik

Apolos : Kami Mencoba Meminimalisir Konflik

Sorong-“Kami akan siap menjalani proses hukum yang akan datang, “demikian pengakuan Apolos Sewa saat ditemui di rumahnya. Apolos didampingi oleh ketiga temannya yakni  Amandus Mirino, Yohanis Goram dan Semuel Klasjok. Mereka berempat dituduh melakukan makar pada peristiwa di Aula Gereja Maranatha Kota Sorong tanggal 28 Agustus 2013.

Apolos menjelaskan bahwa sudah sejak 3 tahun lalu mereka melakukan ibadah rutin di aula Maranatha, “kami sudah minta ijin pada pihak klasis, hanya ibadah”.

“Namun setelah mendengar berita kapal Freedom Frotilla akan memasuki perairan di sekitar Papua, banyak masyarakat bertanya-tanya. Kami sebagai pemimpin mengambil inisiatif untuk melakukan ibadah dan sosialisasi agar masyarakat tahu lebih jelas. Juga menghimbau agar menjaga situasi di kota Sorong tetap aman,” katanya saat dijumpai di rumahnya.(30/08/2013).

Lanjutnya,”kalau masyarakat dibiarkan menafsirkan akan mengambil sikap sendiri-sendiri, mungkin akan mengacaukan”.

Pada peristiwa tersebut, dalam aula sempat dipancang 3 tiang bendera dan ditancapkan masing-masing bendera Aborijin, Maori dan Bintang Kejora.

“Kami melihat 3 bendera tersebut di kapal Freedom Frotilla dari internet, kami hanya memperagakan dan menjelaskan ke masyarakat, ” tegasnya.

Setelah bendera Bintang Kejora dipancangkan pada tiang, masyarakat sempat menari-nari sekitar 25 menit, kemudian akan dilakukan Konferensi Pers.

“Saat akan melakukan konferensi Pers tersebut, kami ditangkap. Saya sempat berbincang dengan kapolres, lantas pasukannya masuk menangkap kami. Kami akan bertanggungjawab dengan perbuatan kami, asalkan semua dilakukan dengan adil. Kami ingin meminimalisir konflik-konflik yang tidak diinginkan,”jelasnya.

Barang Bukti yang diamankan oleh pihak kepolisian saat itu adalah Bendera, spanduk dan peta Papua. Saat ditemui di kediamannya, Apolos didampingi oleh Amandus Mirino, Yohanis Goram dan Semuel Klasjok.(Tim/AlDP).