Berita

Anum Siregar : Kematian Polisi di Arso Dapat Terungkap Secara Benar

Arso-Proses hukum untuk mengungkap kematian Briptu Sudaryo di Arso Kota pada tanggal 13 desember 2013 masih berlangsung. Hingga kini polisi telah menjadikan 3 orang warga Arso  sebagai Tersangka serta memeriksa belasan orang sebagai saksi.

“Kami mendukung upaya polisi untuk mengungkapkan kematian dari Briptu Sudaryo, keadilan buat korban harus ditegakkan, oleh karena sangat tepat ketika pihak penyidik terus memperdalam kasus itu. Kita menginginkan pelaku yang sebesarnya dapat terungkap, siapa mereka,” Ujar Anum Siregar SH  pekan lalu di Arso saat melakukan pertemuan dengan masyarakat Arso.

Anum menjelaskan, sebagai Kuasa Hukum yang diminta oleh masyarakat terutama keluarga Tersangka dan saksi adalah dalam rangka untuk membuka misteri kematian Briptu Sudaryo dan hal lainnya menyangkut persitiwa 13 desember 2013 secara lebih terang dan jelas.

“Kita lihat bersama. Kami mencoba untuk mendampingi Tersangka sesuai dengan aturan yang berlaku dan kita sependapat agar keadilan bisa diungkapkan,” jelasnya .

Menurutnya, penetapan 3 orang sebagai Tersangka masih terkesan terburu-buru sehingga perlu diperdalam apakah benar mereka pelaku ataukah pelaku yang sebenarnya belum tertangkap.

Hingga kini AlDP melakukan pendampingan yang intensif di Polres Keerom terhadap Tersangka sebanyak 3 orang yakni PT (luka tembak pada tangan dan perutnya) YB (tertembak leher depan tembus leher belakang) dan AT.

Lanjutnya, “Ini harus jelas bisa diuraikan, mereka ditangkap apakah karena mereka yang membunuh ataukah ditangkap saat polisi melakukan penembakan, memberondong tembakan ke arah kampung dan mereka bagian dari massa yang berlarian terus kena tembak”.

“Saya minta kepada mereka(Tersangka) agar memberikan keterangan yang sebenar-benarnya. Kalau merasa tertekan, mereka memiliki hak untuk menolak pemeriksaan atau meminta pemeriksaan ulang,” katanya.(Tim/AlDP).