Anum SIregar : Jafrai Butuh Fisioterapi Yang Rutin

JafraiJayapura – Anum Siregar, penasehat hukum yang telah mendampingi Tapol/Napol Wamena tahun 2003, termasuk eks Tapol Jafrai Murib yang dikabarkan sakit kembali, memberikan tanggapannya.

“Stroke, membuat Jafrai sulit untuk kembali normal. Hal terpenting yang harus dia lakukan adalah rutin fisioterapi,bukan hanya di rumah sakit atau tempat terbuka, seperti berenang tapi juga dalam aktifitas sehari-hari. Hal utama yang tidak boleh dilakukan,ya tidak boleh menyentuh alkohol,” terang Anum Siregar (01/04/2016).

Lanjutnya, “Ini bukan kata saya, tapi kata dokter saraf yang secara khusus menangani waktu dia masih di LP”.

Anum akui bahwa dirinya masih sering dihubungi atau berkomunikasi dengan eks Tapol/Napol Wamena tahun 2003 yang diberikan grasi oleh presiden Jokowi pada mei tahun lalu. Anum mendampingi mereka sejak tahun 2003.

“Tapi sekarangkan sudah ada yang dampingi mereka, jadi pasti mereka lebih intens berkomunikasi”.

Anum menerangkan hasil komunikasinya dengan Jafrai,”katanya kaki dan badannya agak berat digerakan dan dia mudah kaget.itu karena dia sudah lama tidak  fisioterapi”.

Ketika di LP Abepura, Jafrai rutin fisioterapi setiap minggu,baik di RSUD Jayapura ataupun berenang di pantai.

“Jangan berpolemik soal dia tidak dibantu dan seolah-olah kalau tidak dibantu,,dia tidak bisa berobat. Tidak dibantu oleh pihak manapun, dia punya hak mendapatkan fasilitas kesehatan sebagai orang Papua”.

Anum menambahkan,“Di RS Wamena ada dokter syaraf dan fasilitas fisioterapi, saya sudah cek sejak sebelum dia keluar(grasi).Jangan sampai direncanakan mau dibawa,mau dirujuk kemana-mana tapi lebih besar bobot politiknya. Dia butuh fisioterapi.Itu yang terpenting”

Dirinya berharap pendampingan yang sedang dilakukan untuk Jafrai Murib benar-benar serius dan fokus.(Tim/AlDP).