Anum : Hakim Tidak Mempertimbangkan Fakta Persidangan

Anum : Hakim Tidak Mempertimbangkan Fakta Persidangan

Sorong-Sidang terhadap 7 orang masyarakat sipil dari Sasawa yakni Jimmy Kapanai, Septinus Wonawai, Peneas Reri, Salmon Windesi, Rudi Otis Barangkea Kornelius Woniana dan Obeth Kayoi telah berakhir pada tanggal 13 November 2014 di Pengadilan Negeri Sorong.

Majelis hakim yang dimpimpin oleh Rahmat Selang,SH memutus mereka masing-masing 3,5 tahun penjara atau lebih ringan 6 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut mereka 4 tahun.

“Kalau kita lihat pertimbangan hakim, maka hakim tidak mempertimbangkan fakta-fakta persidangan terkait dengan keterlibatan mereka pada KTT dan pelatihan militer yang dibuta oleh kelompok(TPN/OPM) Fernando Worabai,” jelas Anum Siregar salah satu PH Para terdakwa yang merasa kecewa dengan putusan tersebut.

Lanjutnya, “Hakim tidak mempertimbangkan bahwa mereka ikut karena dipaksa, rumah mereka akan dibakar, tidak ada aparat pemerintah RI di Sasawa sehingga de fakto kampung itu dikuasai oleh Fernando, misalnya”.

Anum juga mengatakan bahwa saksi yang dihadirkan oleh JPU tidak mampu memberikan gambaran yang jelas mengenai peristiwa pada hari itu, 1 Pebruari 2014, saat aparat gabungan melakukan operasi.

“Termasuk Barang Bukti yang satu penuh satu gudang itu, siapa yang punya,senjata,amunisi dan lain-lain, bukan punya mereka,dan itu terbukti di persidangan” tandasnya.

Namun Para terdakwa Jimmy Kapanai dkk, menyatakan menerima putusan hakim

“Mereka khawatir kalau banding, prosesnya akan makin panjang dan status mereka makin tidak jelas,padahal secara hukum, kami tidak bisa menerima itu.Tapi kliennya mau begitu,” katanya.

Salah satu permintaan kliennya adalah agar mereka dapat menjalani masa pemidanaan di Lapas Serui, agar dapat dekat dengan keluarga.(Tim/AlDP).