Antrian Panjang Kendaraan di SPBU Kabupaten Mimika

Mimika – Antrian panjang kendaraan baik roda dua dan empat sudah dimulai sejak pukul 07.00 WIT di SPBU yang terletak di Distrik Mimika Baru Kabupaten Mimika hingga mencapai ratusan meter. Kondisi ini akibat kelangkaan BBM yang sudah berlangsung sejak akan diumumkanya kenaikan BBM oleh pemerintah pusat awal bulan April lalu.
Sudah lebih dari dua minggu kondisi ini belum juga teratasi oleh pihak Pertamina. Pengguna kendaraan yang mengantri untuk mendapatkan BBM mulai pagi sekitar pukul 07.00 WIT hingga sekitar pukul 13.00. Terkadang walaupun sudah mengantri lama tidak jarang warga yang ikut mengantri tidak mendapatkan BBM.Takni BBM biasanya datang ke SPBU baru pada pukul 12.00 WIT
Beberapa warga menyebutkan bahwa kondisi ini menyebabkan kendaraan yang melayani seperti angkutan kota banyak yang tidak beroperasi. Sehingga warga terpaksa menggunakan jasa ojek untuk bepergian walaupun harganya lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan jasa angkutan kota.
Seorang tukang ojek Marzuki mengatakan bahwa kelangkaan BBM di Kabupaten Mimika ini sudah lama dan ini menyebabkan tingginya harga BBM yang dijual eceran hingga mencapai Rp.20.000,s/d Rp.30.000/liternya.(13/04/2012).
Selain itu juga lanjut Marzuki,”Terpaksa mengantri untuk mendapatkan bensin, walaupun harus mengantri hingga sekitar 7 jam lamanya karena kalau tidak ikut mengantri pasti tidak akan dapat bensin yang harganya murah sedangkan kalau beli di tempat pengecer harga mahal jelas sangat memberatkan para pengojek”.
Lanjutnya lagi bahwa kadang habis mengantri tidak langsung mengojek sebab kondisi badan sudah lelah dan capek. Sehingga mulai mengojek lagi malamnya atau besoknya lagi.
Marzuki juga menyayangkan pelayanan oleh pihak SPBU yang tidak memberikan batasan tertentu kepada konsumen. Misalkan para pembeli yang menggunakan jerigen lebih dulu dilayani bahkan kendaran yang roda dua yang hanya membutuhkan sekitar 4-5 liter terkadang tidak mendapat jatah. “Seharusnya yeng dilayani dulu para pengguna kendaraan karena dipakai untuk bekerja bukan orang yang datang dengan jerigen hingga puluhan liter” tegasnya.
Marzuki juga mengungkapkan bahwa kondisi kelangkaan BBM ini kemudian dimanfaatkan oleh para sopir angkutan kota untuk menjual kembali BBM yang mereka dapatkan. Saat siang mengantri malamnya para sopir menjual dengan harga enceran karena lebih menguntungkan dari pada mereka harus menarik penumpang yang belum tentu keuntungnya sebanding dengan apa yang mereka kerjakan.
Saat malam hari nampak beberapa botol dijejer dipinggiran jalan walaupun beberapa botol bensin bukan dijual oleh pedagang yang awalnya adalah pedagang, yang kebetulan beberapa warga memanfaatkan menjual bensin dengan harga yang lebih tinggi tersebut.
Menurut Marzuki informasi yang didapat dari petugas Pertamina menjelaskan bahwa perharinya SPBU di Kabupaten Mimika hanya mendapat jatah satu tangki bahan bakar. Hal tersebut jelas tidak mencukupi kebutuhan para konsumen di Kabupaten Mimika. Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kelangkaan BBM di Kabupaten Mimika yang sudah berlangsung lama ini. Sebab jatah yang biasanya setiap SPBU mendapat pasokan hingga tiga kali dalam sehari namun sekarang hanya satu tangki dalam sehari sehingga tidak mencukupi untuk kebutuhan konsumen. Jatah satu tangki  bisa habis hanya sekitar 1 jam lebih.
Hasil pantauan dari tim AIDP memang kendaraan angkutan kota tidak banyak yang beroperasi dan bahkan terkesan kota Timika yang dahulunya banyak beroperasi kendaraan umum dalam kota nampak sepi dan berganti dengan ojek.(Tim/AIDP).