Anthon Raharusun: Putusan MK Terhadap Sistem Noken, Tidak Melahirkan Sebuah Norma

Anthon Raharusun: Putusan MK Terhadap Sistem Noken, Tidak Melahirkan Sebuah Norma

Jayapura-Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sistem noken terkait kasus Yahukimo itu, sebetulnya MK bukan melakukan suatu pengujian terhadap suatu undang-undang, artinya MK tidak melakukan suatu Yudisial Review, tetapi MK melakukan putusan terhadap sengketa pemilukada. Sehingga, disitu tidak melahirkan sebuah norma. Kalau MK melakukan suatu putusan dalam pengujian terhadap undang-undang atau Yudisial Review, maka MK akan melahirkan sebuah norma. Norma itu yang dijadikan sebagai standard, juga sebagai rujukan hukum untuk diterapkan dalam berbagai permasalahan, ” Ucap Praktisi Hukum Anthon Raharusun, SH.M.Hum (27/11/2013) di Hotel Aston Jayapura

Menurutnya dalam kasus sekarang ini, MK tidak memberikan suatu putusan terhadap norma hukum, tetapi MK memutuskan dalam merespon budaya kearifan-kearifan local, sehingga semua pihak harus memahami itu dalam perspektif putusan MK

Jelasnya, ” Ketika kita bilang sistem noken itu demokratis, itu tidak demokratis mengapa, karena masyarakat tidak memberikan hak suara secara bebas. Kita tau bersama, asas dari pemilihan umum itu, langsung bebas, umum dan rahasia. Kalau kita ingin membangun sebuah demokrasi di tengah masyarakat, tentunya masyarakat harus mendapat perubahan baru dalam peradaban berdemokrasi”.

Anton kemudian menghimbau bahwa ketika sistim noken menjadi suatu yang diharuskan digunakan ke depan, tetapi dibatasi pada wilayah-wilayah tertentu yang secara tradisional, dimana masyarakat masih mempertahankan sistim itu.

“Tetapi tidak bisa mengeneralisir bahwa noken itu dipakai di seluruh papua, ini yang perlu diluruskan,”Ungkapnya. (RM/AlDP)