Anak-Anak di Tarfia Harus Dimotivasi Untuk Sekolah

Anak-Anak di Tarfia Harus Dimotivasi Untuk Sekolah

Anak-anak di Tarfia Distrik Demta

Demta-Mengajar SD di kampung bukanlah pekerjaan yang mudah. Guru tidak saja berhadapan dengan murid di sekolah namun sangat tergantung dengan pola hidup masyarakat setempat.

“Sulit untuk menerapkan aturan yang sama antara kampung dan kota,”kata ibu Mery Yoku kepala SD YPK Tarfia(30/06/2012).

Pihaknya mengakui, sulit untuk memulai pelajaran pada pukul 7.15 sesuai aturan dari dinas karena murid biasanya masih santai di rumah atau bahkan menunggu temannya. Sehingga sekolah memutuskan memulai pelajaran pada pukul 7.30 dengan menambah waktu belajar. ”Kadang pak Wally keliling kampung dengan motornya memanggil murid untuk ke sekolah”.

Oleh karena itu,tingkat absensi siswa cukup tinggi. Ada yang pergi ikut orang tua ke kota ataupun pergi ke dusun dan tidak pulang berhari-hari,kejadian itu seringkali diulang kembali.

“Tapi kalau kita keluarkan, mereka mau sekolah dimana?” tanya kepala SD YPK. SD YPK Tarfia satu-satunya SD yang ada di kampung Tarfia,kampung yang letaknya di pesisir pantai. Jika harus meninggalkan SD YPK Tarfia berarti harus ke SD di kampung Ambora distrik Demta, menggunakan motor laut sekitar 15 menit atau jalan darat sekitar 40 menit dengan sepeda motor.

Menurut kepala SD YPK, anak-anak di kampung tidak memiliki waktu yang khusus untuk belajar. Waktu di rumah dihabiskan untuk bermain, ikut ke dusun atau ke laut. Orang tua mereka sibuk untuk mencari ikan atau ke dusun untuk menghidupi keluarga akibatnya tidak memperhatikan anaknya untuk belajar.

“Mendidik anak-anak di sini perlu ketekunan dan kesungguhan hati,” katanya lagi. Setiap ada waktu, kepala SD YPK selalu jalan dari halaman ke halaman berpasir putih di sepanjang kampung,menyapa anak-anak satu persatu dan memotivasi mereka untuk maju.(Tim/AlDP).