Berita

Aktifitas Belajar Mengajar SMP Satu Atap Paparu Tidak Jalan

Ilustrasi

Yapen-Sejak awal tahun 2012, tidak ada aktifitas belajar mengajar di SMP Satu Atap Paparu.  Awalnya hanya 1 guru yang aktif mengajar pada awal bulan namun kini sedang ke kota karena cuti hamil. “ Kini  di sekolah sudah tidak lagi ada aktifitas belajar mengajar,” kata Amos salah satu warga kampung Sewenui tempat sekolah berdiri.(25/05/2012).

“Kondisi ini bukan baru tahun ini saja namun terjadi tiap tahun terus menerus dimana guru berbulan-bulan tidak mengajar. Kalaupun ada guru pasti tidak lengkap yang kadang hanya 1-3 guru,” tambah Harman Runabari ketua komite SMP Satap Paparu. “Kami sudah melaporkan kinerja guru-guru yang bertugas di SMP Satap Paparu tapi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga sepertinya belum bereaksi,” katanya.

SMP Satu Atap (Satap) Paparu adalah SMP satu-satunya yang ada di distrik Raimbawi Kabupaten Kepulauan Yapen. Sekolah ini berdiri sejak tahun 2005 menampung berbagai anak-anak dari 6 kampung yang ada di Distrik Raimbawi antara lain dari Barawai, Waindu, Sewenui (Paparu), Kororompui (Wansma), Woda dan Aisau. Sekolah ini berdiri di kampung Sewenui yang letaknya ditengah-tengah dari 6 kampung tersebut.

Sebaran murid di SMP Satu Atap Paparu Januari 2011 yaitu :

No

Kelas

Jenis Kelamin

Jumlah Murid

Nisbah (%)

L

P

1.

I

15

9

24

37

2.

II

14

6

20

31

3.

III

14

7

21

32

Jumlah

43

22

65

100

Rata-rata tiap tahun ajaran baru jumlah siswa bertambah sebanyak 25 anak baru. Jumlah guru yang ada di Satap Paparu sebanyak 11 orang dan dikategorikan sudah lengkap karena menangani masing-masing mata pelajaran. Di Sekolah ini juga belum ada Laboratorium. Padahal untuk pelajaran IPA, Bahasa termasuk computer perlu praktek.

Di bulan Januari hanya ada 2 guru yang mengajar, sementara guru yang baru ditempatkan hanya 2 hari datang kemudian pulang kembali ke kota. “Kondisi geografis karena daerahnya berombak menjadi alasan utama tidak aktifnya guru disamping belum adanya perumahan guru,” kata Herman Imbiri kaur Pembangunan kampung Sewenui. Perumahan guru yang ada saat ini masih menggunakan rumah guru SD. Perpustakaan juga disekat untuk dijadikan perumahan guru SMP. Diakhir tahun 2011 baru dibangun perpustakaan. (04/AlDP)