Aksi Premanisme anggota Dewan Yapen Jadi Tontonan Rakyat
Ilustrasi buruh sawit

Aksi Premanisme anggota Dewan Yapen Jadi Tontonan Rakyat

Yapen– Gedung DPRD Kabupaten Yapen dirusak oleh anggota DPRD.Menurut informasi yang beredar hal tersebut terkait soal keuangan yang ditangani oleh Sekretaris Dewan. Beberapa anggota DPRD merusak gedung DPRD dengan cara melempar kaca  gedung tersebut dan mengakibatkan pecah pada bagian depan

Lagi-lagi aksi koboi ini dilakukan dengan cara melempar batu dari dalam ke luar bangunan dan demikian sebaliknya hingga kaca-kaca pada bagian depan menjadi hancur semuanya.

Aksi ini dilakukan tanpa rasa malu karena ketika aksi pelemparan terjadi , warga yang berada dekat kantor DPRD menonton diam penuh tanya. Bahkan pejalan kaki dan pengendara motor sempat berhenti untuk  menyaksikan peristiwa yang dilakukan oleh para wakil rakyat.

“Masa anggota DPRD yang katanya terhormat bisa melakukan hal yang tidak terhormat itu,” kata Ibu Mince Warga Yapen. Katanya,“Jelas ini akan memalukan bukan saja mereka tapi juga warga diseluruh Yapen karena orang luar akan menyorot kejadian yang memalukan ini,” tambahnya(24/04/2012).

Untung salah satu tukang ojek yang juga sempat menyaksikan peristiwa ini menyayangkan jika perbuatan merusak bangunan justru dilakukan oleh penghuni bangunan itu sendiri. “Bagaimana mau jadi teladan bagi rakyat jika mereka sendiri tidak bisa menyelesaikan permasalahan secara baik-baik,” katanya.

Menurut saksi yang lain,Sur, “Memang mereka (anggota DPRD) sudah tidak bisa dijadikan teladan karena aksi ini jelas memalukan sekali. “Mereka kan publi figure jadi seyogyanya jadi contoh dalam ucapan dan perilakunya” tambah laki-laki Buton yang keseharian berjualan di pasar.

“Bukannya mengurus rakyat justru anggota DPRD banyak tersangkut masalah,” kata saksi lainnya. “Bagaimana dia mau memperjuangkan hak-hak rakyat kalau dia sendiri banyak masalah,” tambahnya dengan nada kesal.Masyarakat berharap agar anggota DPRD dapat menyelesaikan masalah dengan bijaksana dan tidak mempermalukan diri sendiri.Apabila ada masalahn yang tidak bisa diselesaikan dapat dibawah ke proses hukum dan bukan main hakim sendiri. (04/AlDP)