Air bersih di Serui Mulai Mengkhawatirkan

Air bersih di Serui Mulai Mengkhawatirkan

Ilustrasi Anak-anak Pulau Yapen

Yapen-Mungkin bagi masyarakat dibelahan dunia soal kelangkaan air sudah menjadi bahan diskusi dan perdebatan panjang secara global. Namun bagi warga Serui ini hal  masih terasa asing.

“Ketersediaan air berhubungan dengan berapa banyak air yang dapat dimanfaatkan dibandingkan dengan kebutuhannya. Sementara kualitas air terkait dengan kelayakan pemanfaatan air untuk berbagai kebutuhan,” demikian dikatakan Yehezkiel Runaweri aktifis Lembaga Manna Papua ketika ditemui AlDP Online

“Kita boleh bangga banyak sungai (241 sungai) di Yapen yang bisa menjadi sumber air bersih khususnya bagi warga yang ada di kampung-kampung, karena sungainya belum tercemar. Termasuk hujan yang menyediakan air bersih. Tapi pertambahan penduduk dan penurunan fungsi hutan menjadi penyebab utama krisis air,”jelasnya.

Ambil contoh di Yapen Selatan dimana berdasarkan data kepadatan penduduk ditahun 2007 sekitar 400/Km2 dan ditahun 2008 melonjak tajam 634/Km2 dan ditahun 2009 menjadi 771/Km2. (sumber : LKPJ Bupati tahun 2009). Peningkatan jumlah penduduk yang signifikan di 2003-2007 yakni sebesar 4,05% berdampak pada kebutuhan air bersih

Sementara luasan hutan lindung di Yapen juga mengalami penurunan fungsi dan tidak terkendali. Kali Mannainumi yang mengalir dari kampung Yapan hingga Mariadei menjadi contoh, dulu warga menggunakan untuk cuci, mandi dan air minum. Tapi kini hanya untuk mencuci dan mandi pada beberapa tempat saja.

Menurut Aston yang juga salah satu aktifis LSM di Serui mengatakan “Pada perayaan hari Air Sedunia yang diperingati setiap tahun ( 23 Maret), seharusnya menyadarkan kita pentingnya memelihara sumber-sumber air yang dititipkan Tuhan. Dijaga dan digunakan sebesar-besarnya demi kesejahteraan umat manusia. Hal ini perlu diperhatikan oleh kita semua warga yang tinggal di kabupaten kepulauan Yapen”.(AS/Yapen)