Agus Kosay Mempertanyakan Kapolres Jayawijaya Yang Mendatangani Sekretariat KNPB

03 Juni 15Wamena – Pada tanggal 26 Mei 2015 surat pemberitahuan demo yang diajukan oleh KNPB ke Kapolres Jayawijaya telah ditolak oleh Kapolres Jayawijaya dengan surat nomor B/662/V/2015/Res Jwy.

Namun KNPB memutuskan untuk tetap melakukan demo damai, tanpa yel-yel Papua Merdeka dan tanpa sajam.

“Kami memenuhi aturan untuk berdemo, kali ini themanya untuk membuka ruang demokrasi,” jelas Agus Kosay.(29/05/2015).

Dirinya tak menyangka, begitu menyampaikan surat pemberitahuan langsung diperiksa oleh bagian reskrim, Agus dan kelima temannyapun didudukkan sebagai saksi.

“Ini aneh, kami belum lakukan apa-apa tapi langsung diperiksa”

Pertanyaan pemeriksaan seputar keberadaan organisasi KNPB, kapan didirikan, struktur dan keanggotaan tiap sektor dan tujuan pendirian KNPB.

Pemeriksaan berlangsung sejak pukul 10 pagi hingga 6.45 sore hari. Usai diperiksa mereka diminta untuk menandatangani BAP.

Ternyata tak hanya itu, malam tanggal 27 Mei 2015, Kapolres bersama sekitar 9 anggota Polres Jayawijaya lainnya mendatangi sekretariat KNPB yang terletak di belakang Tongkonan.

“Mereka masuk sambil menodongkan pistol, periksa-periksa dan menteror kemudian pulang,” tegasnya.

Sikap kapolres tersebut dilanjutkan pada tanggal 29 Mei 2015, kembali mendatangi sekretariat KNPB.

“Mereka juga mendatangani distrik Pugima dan menanyakan kepada warga, dimana rumah yang menjadi alamat sektor KNPB dan aktifis KNPB, kami merasa ini teror dan sikap yang berlebihan,” tegasnya.

Dirinya menyatakan akan bertanggungjawab apabila aktifitas KNPB yang dipimpinan melanggar aturan oleh karena itu pihak kepolisian diminta professional dalam menjalankan tugasnya. (Tim/AlDP).