Ada 4 SPBU di Nabire Tapi BBM Tetap Langka

Lokasi Kota Nabire

Nabire-Sudah hampir dua bulan ini bensin di kota Nabire sangat susah didapat. Hal ini dapat dilihat dengan antrean panjang kendaraan roda empat maupun roda dua di setiap SPBU dikota Nabire dari kiri dan kanan jalan masuk SPBU. Dari pantauan AlDP Online, SPBU yang aktivitasnya biasa dimulai dari jam 09.00 wit  dan berakhir atau tutup  pada jam 21.00 wib.  kini SPBU tutup lebih awal pada jam 14.00 wit dengan alasan stock bensin terbatas.(30/05/2012).

“Kelangkaan bensin dikota Nabire ini sangat tidak masuk akal ujar,” Tony Bisay  seorang  sopir mobil rental yang kesehariannya beroperasi di kota Nabire. Menurut Bisay dulunya hanya ada satu SPBU di kota Nabire tapi stok selalu tersedia, kini sudah ada empat buah SPBU di kota Nabire. “Semestinya kelangkaan bensin ini tidak berlangsung lama,” diucapkannya sambil menggelengkan kepalanya serasa heran.

Akibat kelangkaan bensin hampir sebagian besar angkutan umum tidak beroperasi, hanya tukang ojek saja yang menjadi sarana transportasi umum. Harga eceran bensin yang dikemas dalam botol bekas miras, biasanya dijual seharga Rp.6000, kini menjadi Rp. 10.000. Semakin besar kemasan botolnya semakin melonjak perbedaan harganya. “ Hal ini sangat memberatkan bagi kami masyarakat biasa,” kata Sumaji dan Ratno sebagai tukang ojek.

Dengan kelangkaan bensin ini, harga rental mobilpun mengalami kenaikan yang tadinya Rp.500 ribu/hari kini menjadi Rp.600/hari dan hanya untuk pemakaian dalam kota. Masyarakat berharap agar permasalahan kelangkaan BBM cepat diatasi oleh pemerintah setempat dalam hal ini pemerintah kabupaten Nabire sehingga tidak berdampak meluas bagi kehidupan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Nabire.

Pemda pernah mengeluarkan larangan untuk mendistribusikan bensin pada pengecer sehingga semuanya harus membeli ke SPBU dan hal itu yang membuat antrean bertambah panjang.

“Ini ada permainan,” Ujar seorang supir taksi yang minta dirahasiakan namannya di Bandar Udara Nabire. Menurutnya ada permainan aparat yang membeli dan menjual kembali BBM ke kab di pedalaman seperti di Dogiay dan Deiyai maupun untuk dijual di sekitar daerah penambangan emas. “Lihat saja truk-truk aparat yang mau ke pedalamannya, alasannya buat dinas tapi mereka jual,” Ujarnya. Selain itu dia juga menunjukkan beberapa mobil di SPBU yang sudah dimodifikasi sehingga jok nya di lepas dan diganti dengan tanki BBM.”Tapi tidak bisa ditegur walaupun kita antri sama-sama karena yang back up aparat,” katanya.(Tim/AlDP).