Setelah Fisioterapi Kondisi Jafrai Membaik

Setelah Fisioterapi Kondisi Jafrai Membaik

Jayapura-Jafrai Murib terpidana seumur hidup kasus pembobolan gudang senjata Kodim Wamena tahun 2003 kembali menjalani fisioterapi di ruang Fisioterapi RS Dok II Jayapura.(31/10/2012).

“Dia(Jafrai) sudah banyak kemajuan,” Ujar Emy Hamizah, S .Ft Physio yang mendampingi Jafrai saat terapi. Emy memberikan angka perumpamaan untuk melihat kemajuan Jafrai, “ kalau kita menggunakan angka 1-10, dulu ketika dia datang kondisinya di angka 3 tapi sekarang sudah berada diangka 7”.

Menurutnya syarat motorik Jafrai sudah mengalami banyak kemajuan.Kesimbangan ototnya sudah cukup bagus. ” Cuma lengan dan jari-jarinya masih bergetar,perlu latihan di situ”.

Selain itu dari tingkat kebugaran juga sudah cukup bagus,  biasanya sebelum latihan di ukur tekanan darahnya kemudian menjalani latihan selama 30-45 menit.

“Mengenai disetrum, Jafrai sudah disetrum sebanyak 2 kali, kita akan menyetrum jika kalau kondisi ototnya 0-2 tapi kalau diatas 3 tidak perlu, sekali-sekali saja kalau ada kelelahan,” jelasnya.

Lanjutnya,”secara umum memang sudah membaik akan tetapi kalau individual musselnya(satu persatu) memang masih perlu banyak latihan”.

Jafrai sudah menjalani fisioterapi sebanyak 13 kali di RSUD Dok II Jayapura sejak tanggal 14 Agustus 2012. “Seharusnya sudah 15 kali tapi 2 kali karena lampu mati,” katanya lagi.

Masih menurut Emy, fisioterapi yang dijalani Jafrai cukup 1 kali dalam seminggu selain itu Jafrai perlu menggunakan media yang ada di LP untuk latihan, misalnya naik turun tangga atau menggunakan teralis penjara untuk melatih otot lengan.(Tim/AlDP).