Guru-guru Yapen Diabaikan

Guru-guru Yapen Diabaikan

Suasana Ujian Negara (UN) SD di Papua

Yapen-Pendidikan sebagai salah satu aspek pembangunan bangsa dalam mewujudkan warga negara yang handal, profesional, berdaya saing tinggi. Pendidikan merupakan cara efektif proses nation and character building karena itu pendidikan yang bermutu harus direncanakan, dilakukan dan diawasi.

Demikian dikatakan Drs. Orgenes Runtuboi,M.Si ketua PGRI Kep.Yapen ketika ditemui AlDP Online di rumahnya pekan lalu.

Katanya salah satu elemen penting yang mesti diperhatikan  adalah keberadaan guru. Mutu guru bisa terwujud jika dilihat dari 3 aspek antara lain guru yang professional, sejahtera dan terlindungi.

Guru yang professional menurut UU No14/2005 yaitu Guru yang berkualifikasi S1/DIV, berkompetensi, memiliki sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, berkemampuan mewujudkan TUNAS DIK.

Di Yapen dari 1.409 guru baru sekitar 300 orang yang bersertifikasi dan sekitar 300 lagi yang baru akan melaksanakan ujian sertifikasi. Ini berarti hampir 22% guru di Yapen yang bersertifikasi.

Bagi guru ujian sertifikasi seringkali tidak mudah, mengikuti tes, guru harus mengurus segala keperluannya ke Dinas di ibu kota kabupaten dan meninggalkan murid untuk waktu yang lama. Biasanya karena sejak awal SD di kampung kekurangan guru maka ketika guru mengikuti sertifikasi, makin banyak jam belajar yang kosong. (04/AlDP)

No.

Distrik

Sebaran Guru menurut Ijazah

Jml.

SLA

D I

D II

D III/SM

D IV/S1

S2

S3

1. Kosiwo

49

14

1

11

75

2. Yapen Utara

18

5

8

6

3

40

3. Raimbawai

23

9

1

5

38

4. Teluk Ampimoi

28

2

1

2

4

37

5. Kep. Ambai

29

8

3

5

45

6. Wonawa

23

7

4

3

37

7. Windesi

15

4

1

6

26

8. Yapen Selatan

172

22

222

32

301

28

777

9. Yapen Barat

66

3

25

5

24

123

10. Yapen Timur

41

1

12

2

7

63

11. Angkaisera

54

7

19

5

23

108

12. Poom

30

5

2

3

40

Total

548

40

334

64

395

28

1.409

Sumber data : Dinas Dikpora Kabupaten Kepulauan Yapen, 2010