Pokja KPAD Yapen Berkomitmen Memerangi HIV Aids
Siswa SMP di Distrik Kimaam, Merauke

Pokja KPAD Yapen Berkomitmen Memerangi HIV Aids

Yapen-Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kepulauan Yapen sejak Maret 2012 sudah membentuk kelompok Kerja (Pokja) yang beranggotakan berbagai masyarakat yang peduli pada penanggulangan AIDS di Yapen. Keanggotaan Pokja terdiri dari 15 orang yang berasal dari elemen agama, pemerintah, adat, pemuda,media, akademisi, Polri, DPRD dan dari LSM.“Pokja ini nantinya akan membantu kami untuk melakukan berbagai tugas KPAD”, kata Max Karubaba ketua harian KPAD Yapen.(15/05/2012).

Menurut Max, Pokja dibentuk untuk melakukan intervensi terhadap SKPD yang ada termasuk Ormas dan Lembaga Kemasyarakatan yang ada di Yapen. Juga mendesak berbagai pihak untuk mendorong adanya Perda tentang Penanggulangan AIDS di Yapen. “Pokja ini akan coba mensinkronisasikan berbagai program yang ada di berbagai SKPD terkait penanggulangan AIDS di daerah. Atau jika belum ada maka Pokja ini mendesak agar semua SKPD, Distrik hingga pemerintah kampung memprogramkan kegiatan dalam rangka penanggulangan AIDS,” jelasnya panjang lebar.

KPAD Yapen dibentuk sebagai wujud keprihatinan akibat meningkatnya jumlah penderita HIV-AIDS di Yapen sejak 2006 hingga tahun 2011 tercatat ada 225 orang. Hal ini berarti prevalensi penderita dengan jumlah penduduk di Yapen adalah 0,29%. Yang sangat memprihatinkan bahwa penyakit ini banyak diderita oleh kaum muda pada usia produktif, sekitar 54%.

“Jika hal ini tidak disikapi maka sudah bisa dipastikan akan terjadi bencana kemanusiaan yang akan terjadi di Yapen pada masa mendatang,” kata Parlin Saragi seorang warga Serui yang aktif bekerja di KPAD. Apalagi trend yang meninggal semakin meningkat dan jumlahnya sudah 113 orang. “Ini berarti dari penderita AIDS di Yapen sudah setengahnya yang meninggal dunia,” kata laki-laki yang menjadi guru di SMK Kainui,Serui.(04/AlDP)