Menolak Keputusan Rektor, Penggurus BEM & MPM Demo.

Menolak Keputusan Rektor, Penggurus BEM & MPM Demo.

Jayapura-Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Uncen menolak Surat Keputusan Pemberhentian Rektor Uncen  Nomor: 006/UN20/KM/2014 Tentang Pemberhentian Kepengurusan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih Periode 2012-2013 dengan melakukan demo di depan pintu masuk Gapura Uncen (28/01/2014) di Abepura, Jayapura.

Dimana, dalam surat keputusan itu menitikberatkan pada masa kepengurusan telah berakhir pada bulan juli 2013. Maka, untuk menjamin kelancaran, kesinambungan organisasi kemahasiswaan, dipandang perlu untuk segera melakukan reorganisasi kepengurusan yang baru. Keputusan ini diambil, setelah rektor Uncen dengan mahasiswa melakukan pertemuan pada Tanggal 21 Januari 2014 yang menghasilkan “Memberhentikan dengan hormat kepengurusan Majelis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) masa kepengurusan 2012-2014”.

Adapun  tugas-tugas Majelis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) sampai kepengurusan yang baru terbentuk dikoordinasikan oleh pembantu rektor III Universitas Cenderawasih, dengan diterbitkannya keputusan ini maka keputusan rektor nomor: 093/UN@)/KM/2012 dinyatakan tidak berlaku lagi dan keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal 23 Januari 2014.

Wakil Ketua BEM Uncen Albert Prawar Kepada AlDP Online mengatakan, “Proses pemilihan ketua BEM dan Ketua MPM sedang berjalan. Mengapa ditenggah-tenggah kita sedang menyiapkan proses pergantian, justru rektor mengeluarkan surat pemberhentian?”.

” Inilah yang kami pertanyakan, mengapa Pembantu Rektor III yang berhubungan dengan kami kerja kami tidak berkoordinasi dengan kami. Ini berarti sudah hilang rasa independensi, transparansi, terpengaruh dan terkontaminasi dengan apa yang menjadi pemikiran rektor”.

Mahasiswa yang tergabung dalam BEM dan MPM berencana  akan menuntut pihak kampus.

“Segera mengantikan Pembantu Rektor III, Keputusan Rektor akan kami proses hukum di PTUN, pengacara kami sudah siap dan surat keputusan rektor  penuh penipuan,” tegasnya. (RM/ALDP)